kuatkan pondasi ibadah, siswa kelas 4, 5, dan 6 mi al-ikhlas antusias ikuti evaluasi hafalan shalat di pesantren mingguan
BAKAUHENI, 26 September 2026 – Menghabiskan malam minggu dengan kegiatan yang positif dan bernilai ibadah menjadi kebiasaan rutin bagi para peserta didik Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Ikhlas Bakauheni. Pada malam Minggu ini, pihak madrasah kembali menggelar agenda "Pesantren Mingguan" yang diikuti secara antusias oleh siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6.
Fokus utama pada kegiatan pesantren malam ini adalah pelaksanaan ujian atau pengetesan hafalan Bab Shalat. Secara bergantian, para peserta didik diuji langsung oleh dewan guru untuk memastikan kelancaran dan ketepatan bacaan shalat mereka.
Materi bacaan yang diujikan dalam kesempatan ini cukup komprehensif, mencakup rukun dan sunnah qauli dalam shalat, mulai dari hafalan niat shalat, kelancaran doa iftitah, hafalan doa qunut, ketepatan bacaan tahiyat akhir, hingga kumpulan doa-doa setelah shalat.
Program pengetesan ini merupakan komitmen nyata MI Al-Ikhlas Bakauheni dalam membina akhlak dan spiritual siswa. Sebagai tiang agama, ibadah shalat wajib ditanamkan dan dibiasakan dengan tata cara yang benar sejak usia dini. Melalui pembinaan langsung di luar jam sekolah reguler ini, para dewan guru dapat lebih intensif membimbing dan membenarkan bacaan siswa.
Selain memperdalam ilmu ibadah, kegiatan bermalam di sekolah melalui program Pesantren Mingguan ini juga bertujuan untuk melatih kemandirian, menanamkan kedisiplinan, serta mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan antar sesama peserta didik.
Sebagai bentuk transparansi dan untuk mendukung sinergi pendidikan antara pihak sekolah dan wali murid, hasil dari pengetesan hafalan malam ini juga diunggah secara digital. Para orang tua siswa dapat langsung memantau perkembangan dan hasil hafalan putra-putrinya secara online melalui website resmi sekolah pada tautan http://ptsp.mialikhlas.com.
Dengan bekal hafalan yang baik dan dukungan dari orang tua di rumah, diharapkan siswa-siswi MI Al-Ikhlas Bakauheni dapat terus mendirikan shalat lima waktu dengan khusyuk dan menjadikannya sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban.